Iklan

BERITA TERKINI

Nasibnya Ayah' Kandung, Dibakar Oleh Anaknya Sendiri Dan Melawan Saat Diamankan Dari Team Polres Belawan Atas Kejadian Tersebut Palaku Harus di Lumpuhkan Dengan Tembakan.

BERITA TERKINI

Kapolri Terima Audiensi Menteri Imipas, Pastikan Kolaborasi Pemberantasan Narkoba.

BERITA TERKINI

Ketum Lingkar Nusantara (LISAN) Turut Angkat Bicara, Untuk Mendesak Perselisihan Pelaku Usaha Yang Sudah Jadi Korban Kerugian Di Pasar Malam Deli Serdang, Dapat Diselesaikan Secepatnya.

BERITA TERKINI

Penandatanganan Program Pencegahan Korupsi 2025 - 2026 Sebagai Prioritas Pemerintah Pusat Dengan KPK Yang Diluncurkan Oleh KSP.

BERITA TERKINI

BUMD - PT. BPJ Dengan Pelaku Usaha UMKM Deli Serdang Belum Ada Titik Temu Sampai Saat ini, dan Abaikan Hasil RDP di Komisi II DPRD Kabupaten Deli Serdang.

Selasa, 13 Januari 2026

Presiden Menilai Keberadaan Lembaga Pendidikan Unggulan SMA Taruna Nusantara, "Wadah Strategis Kemajuan Anak Bangsa."



MALANG// Sindo7.id - Sekolah baru bentukan dan design langsung Presiden Prabowo. Dan meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang yang bangunan arsitekturnya didesign langsung Kepala Negara sejak digagas oleh beliau sejak masih menjabat Menteri Pertahanan pada November 2023 lalu.

Dalam proses pembelajarannya, kampus tersebut menerapkan program: 

1. Sekolah berasrama, 

2. Sekolah yang beasiswa penuh alias gratis, 

3. Sekolah yang menerapkan tiga kurikulum yakni kurikulum nasional, kurikulum khusus SMA Taruna Nusantara, serta kurikulum internasional Cambridge. Integrasi 3 kurikulum tersebut membentuk lulusan yang berwawasan kebangsaan, berdaya saing global, dan memiliki karakter unggul.

 

Dan Presiden menilai keberadaan lembaga pendidikan unggulan seperti SMA Taruna Nusantara menjadi wadah strategis untuk kemajuan anak bangsa, termasuk untuk meraih keunggulan di bidang iptek. 


Untuk itu, setelah didirikan pertama kali di Magelang pada awal 1990-an, Presiden Prabowo memperluasnya dengan didirikannya kampus di Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, serta wilayah lainnya. 

 

Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya keberadaan sekolah unggulan dalam menyiapkan kader-kader bangsa yang berkarakter kuat dan berjiwa patriotik. Selasa,(13 Januari 2026).


Rdks MS7/ Tim krlip Nsl S2 

Visi 'Hijau' Irjen Herry Heryawan Mengubah Stigma 'Riau Penghasil Asap'




PEKANBARU//Liputan Sindo7.id - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan membawa wajah baru di Bumi Lancang Kuning. Jenderal bintang dua itu membuat sebuah visi 'hijau' melalui konsep Green Policing untuk mengubah stigma 'Riau penghasil asap'.


Sejak memimpin Polda Riau pada Maret 2025, Irjen Herry Heryawan berkomitmen penuh untuk mengubah stigma negatif tersebut. Berangkat dari keprihatinannya atas permasalahan kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun, jenderal yang akrab disapa Herimen ini membuat terobosan positif.


Melalui Green Policing, Irjen Herimen tidak hanya berfokus pada penindakan hukum, tetapi mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan awareness akan pentingnya menjaga hutan. Kapolda menyinggung hutan tropis di Provinsi Riau yang menyusut dari 5,6 juta hektare dan kini tersisa hanya 1,1 juta hektare pada 2023.


"Artinya ada sekitar 75 persen hutan yang hilang akibat deforestasi dan kebakaran hutan. Ini bukan lagi sekadar masalah lokal, tapi sudah menjadi isu global. Stigma asap ini menghambat investasi, bahkan membuat sawit kita sempat di-banned di Uni Eropa," ujar Irjen Herry, di Pekanbaru, Selasa (13/1/2026).


Selama hampir 10 bulan ini, Kapolda terus berupaya membangun kesadaran kolektif mulai dari kalangan civitas akademika, komunitas masyarakat, hingga menyentuh kalangan Gen-Z. Pendekatan ini dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir.


Green Thinking dan Green Habit

Konsep Green Policing bukan sekadar menanam pohon, melainkan upaya mengubah pola pikir 'hijau' (Green Thinking) hingga kebiasaan (Green Habit) di masyarakat. Konsep yang terus-menerus ditularkan kepada masyarakat ini kemudian memunculkan komunitas-komunitas hijau seperti 'Green Mubaligh', 'Green Policing Runners', 'Green Campus' hingga 'Green Court' dan masih banyak lagi.


"Dan ini juga kami terapkan di jajaran polres hingga polsek," ucapnya.


Hingga awal 2026, Polda Riau telah menyentuh 3.398 lembaga pendidikan atau sekitar 45,1% dari total data, mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.


"Yang sudah tersentuh dari data lembaga pendidikan tersebut, total yang sudah kita sentuh sosialisasi itu ada 3.398 lembaga pendidikan. Ini agregatnya 45,1 persen," tambahnya.


Kapolda juga memperkenalkan budaya baru, seperti memberikan kado bibit pohon untuk anggota yang berulang tahun. Tujuannya, agar budaya hijau ini menjadi sebuah kebiasaan (Green Habit).

Komitmen Penegakan Hukum

Selain fokus pada upaya pencegahan dan restorasi, Kapolda Riau juga berkomitmen penuh dalam penindakan terhadap para pelaku kejahatan lingkungan. Polda Riau membentuk Tim Perambah Hutan yang bekerja paralel dengan Kementerian Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).


Hingga saat ini, sebanyak 70 tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah dilakukan upaya paksa. Kapolda menegaskan prinsip bahwa setiap kebakaran lahan pasti ada unsur kesengajaan dan harus ada tersangkanya.


"Setelah penindakan, kita pasang plang bersama DLH. Lokasi tersebut menjadi status quo. Tidak boleh ada yang menanam sawit kembali di lahan bekas terbakar," katanya.


"Ini adalah modus lama, lahan dibakar lalu ditanami kembali. Kita cegah itu dan kita dorong pemerintah melakukan restorasi dengan penanaman pohon kembali," sambungnya.


Kapolda Riau menekankan bahwa rasa adil harus diberikan tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada alam. Menurutnya, jika manusia menjaga alam, maka alam akan memberikan "karma baik" berupa perlindungan dan kesejahteraan.


"Teruslah berbuat kebaikan. Kalau kita jaga alam, alam akan menjaga kita. Visi kita jelas: menciptakan lingkungan yang sehat agar orang tidak lagi berpikir dua kali untuk berinvestasi di Riau, dan anak-anak kita tidak lagi terancam penyakit ISPA," pungkas Irjen Herry.


Strategi Green Policing ini diharapkan menjadi legacy yang mampu mengubah wajah Riau dari wilayah rawan bencana ekologis menjadi provinsi hijau yang berkelanjutan.


Rdks MS7 (Tim krlip Riau HT)

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Resmikan RDMP Balikpapan, Tonggak Kemandirian Energi Nasional.



PUSPEN TNI//Sindo7.id - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam peresmian infrastruktur energi terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang berlangsung di Kantor Besar PT Pertamina (Persero) Refinery Unit V, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).


Peresmian proyek RDMP Balikpapan menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan dan kedaulatan energi nasional. Proyek strategis ini merupakan wujud nyata kolaborasi sinergis antara pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendorong terwujudnya swasembada energi sekaligus meningkatkan nilai tambah industri pengolahan minyak nasional.


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa peresmian RDMP Balikpapan merupakan momen bersejarah bagi bangsa Indonesia serta menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan proyek strategis nasional tersebut.


"Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur, semua pihak, semua jajaran personalia yang bekerja keras sehingga kita berhasil mencapai hal ini. Para insinyur, para pekerja, aparat keamanan, pemerintah daerah, manajemen dan masyarakat Balikpapan, serta Kalimantan Timur. Ini adalah prestasi yang sangat penting bagi negara dan bangsa," ucap Presiden Prabowo.


Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemandirian nasional merupakan fondasi utama dalam membangun kekuatan bangsa di tengah dinamika dan tantangan global yang semakin kompleks. "Di setiap bidang kehidupan kita harus menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang percaya diri, bangsa yang mampu berdiri di atas kaki kita sendiri," tegasnya.


Proyek RDMP Balikpapan memiliki nilai investasi sebesar USD 7,4 miliar atau setara Rp123 triliun. Melalui proyek ini, kapasitas pengolahan minyak mentah meningkat signifikan dari sebelumnya 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, sehingga diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak.


Kehadiran Panglima TNI dalam peresmian ini menegaskan komitmen TNI dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah, dalam  kedaulatan  dan penguatan energi nasional bagi kepentingan negara dan kesejahteraan rakyat.


Rdks MS7/Tim kbr Nsl S2 

Senin, 12 Januari 2026

Presiden Prabowo Resmikan Proyek RDMP Di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.



BALIKPAPAN//Liputan Sindo7.id - Presiden Prabowo Subianto meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dalam acara yang digelar di Kantor Besar PT Pertamina (Persero) Refinery Unit V, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin, 12 Januari 2026. 

 

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa peresmian pada hari ini menjadi salah satu acara bersejarah di Tanah Air, dan menjadi tonggak penting penguatan ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

 

Proyek RDMP Balikpapan memiliki nilai investasi sebesar USD7,4 miliar atau setara Rp123 triliun. Melalui proyek RDMP Balikpapan, kapasitas pengolahan minyak mentah meningkat signifikan dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. 

 

Peningkatan kapasitas turut diiringi dengan peningkatan kualitas produk. Kilang yang mampu menghasilkan bahan bakar minyak dengan standar Euro 5 yang lebih bersih dan ramah lingkungan. (Kbr MS7) 



Rdks MS7/Tim krlip Nsl S2 

 


Tokoh Nasional Kang Dedi Mulyadi Kunjungi Dekranasda Taput, "Serahkan Bantuan Tunai Untuk Rumah Korban Bencan."



TAPUT//Liputan Sindo7.id - Dari Tokoh nasional Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang saat ini sebagai Gubernur Jawa Barat, melakukan kunjungan ke Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tapanuli Utara, Senin(12/1/2026).


Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda KDM selama berada di Kabupaten Tapanuli Utara, sekaligus bentuk perhatian terhadap penguatan sektor kerajinan lokal dan pemulihan pascabencana.


Dalam kunjungan tersebut, KDM didampingi langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Turut hadir Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat selaku Ketua Dekranasda Kabupaten Tapanuli Utara, beserta pengurus Dekranasda dan para perajin lokal dari berbagai kecamatan.


Pada kesempatan itu, Kang Dedi Mulyadi menyempatkan diri berdialog dengan para perajin, meninjau langsung hasil-hasil kerajinan unggulan daerah, serta memberikan motivasi agar produk lokal Tapanuli Utara terus berkembang dan mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.


Selain mengunjungi Dekranasda, kehadiran Kang Dedi Mulyadi di Kabupaten Tapanuli Utara juga dalam rangka meninjau langsung lokasi terdampak bencana alam sekaligus merealisasikan bantuan pembangunan rumah bagi masyarakat korban bencana.


Bantuan tersebut diserahkan secara tunai dan transparan kepada masyarakat, disaksikan oleh para kepala desa, penghulu, camat, serta Bupati Tapanuli Utara.


Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan yang direalisasikan Kang Dedi Mulyadi mencakup beberapa kecamatan, yakni:


Untuk Kecamatan Tarutung sebesar Rp600 juta untuk 8 unit rumah,


Berikut Kecamatan Sipaholon sebesar Rp600 juta untuk 8 unit rumah,


Dan Kecamatan Parmonangan sebesar Rp525 juta untuk 7 unit rumah.


“Total bantuan tersebut diberikan dengan nilai Rp75 juta per rumah, dan diserahkan secara tunai langsung kepada masyarakat penerima manfaat,” ujar Bupati.


Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan seluruh masyarakat, Bupati menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kang Dedi Mulyadi beserta seluruh jajaran atas kepedulian dan bantuan nyata yang diberikan kepada warga terdampak bencana.


“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Semoga menjadi berkah dan membawa semangat baru bagi warga untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka. Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara, kami mengucapkan terima kasih. Tutupnya.

Wakapolda Riau, "Brigjen Jossy Sampaikan Pesan Haru Perpisahan di Saat Memimpin Apel."



PEKANBARU//Liputan Sindo7.id - Wakapolda Riau Brigjen Adrianto Jossy Kusumo memimpin apel terakhir pada pagi ini. Brigjen Jossy menyampaikan pesan haru sebelum mengakhiri tugasnya di Polda Riau.


"Saudara-saudaraku, pada hari ini, Senin adalah apel terakhir saya sebagai wakapolda," kata Brigjen Jossy dengan suara bergetar, di halaman Polda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru, Senin (12/1/2026).


Brigjen Jossy menghentikan sebentar sambutannya. Ia meneteskan air mata saat hendak melanjutkan sambutannya.


"Satu kehormatan, satu anugerah saya bersama keluarga diterima oleh Bapak Kapolda yang luar biasa membimbing kami," katanya terharu.


Lulusan Akpol 92 ini juga menyampaikan rasa bangganya bisa bekerja sama dengan para pejabat utama (PJU) Polda Riau selama 1 tahun ini.


"Saudara-saudaraku, saya tahu diri dan tahu bahwa saya tidak ada apa-apanya. Hanya karena Allah SWT mempermudah kami dan sekeluarga dan memberikan orang-orang hebat di sekeliling saya," lanjutnya.


Sebelum menutup sambutannya, Brigjen Jossy kemudian menyampaikan soal persaudaraan. Ia memastikan persaudaraan dengan para personel di Polda Riau akan terus terjalin meski ia tak lagi menjabat sebagai Wakapolda.


"Jabatan itu adalah sementara. Tapi yang abadi adalah persaudaraan kita, meskipun nanti saya jauh dari sini, persaudaraan kita akan tetap terjalin. Terima kasih saudara-saudaraku sekalian," katanya.


Sebagai informasi, Brigjen Jossy Kusumo dimutasi sebagai Wakapolda Kalimantan Timur. Posisinya digantikan oleh Brigjen Hengki Haryadi.


Rdks MS7 (Krlip Riau HT).

Minggu, 11 Januari 2026

Wakil Bupati Tapteng Hadiri Pisah Sambut Kapolres Tapteng.



PANDAN//Liputan Sindo7.id - Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Mahmud Efendi didampingi Staf Ahli I TP PKK Tapanuli Tengah Ny. Masnoni Mahmud Efendi menghadiri acara Pisah Sambut Kapolres Tapanuli Tengah di Aula Polres Tapteng, Sabtu (10/1/2026)


Acara Pisah Sambut Kapolres Tapteng ini dari pejabat lama AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K, M.Si, kepada pejabat baru AKBP Muhammad Alan Haikel, SKM, S.I.K, M.I.K.


Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi  mengucapkan terima kasih kepada Pejabat Kapolres yang lama  Bapak AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K, M.Si, yang telah menunjukkan dedikasinya di Kabupaten Tapanuli Tengah ini. Bapak melaksanakan tugas dengan baik dan kehadirannya yang sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya membantu Pemkab Tapteng dalam penanganan bencana alam.


"Tentunya ini benar-benar adanya karena banyak disampaikan oleh masyarakat kita di Tapanuli Tengah, yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kemudian kami berharap setelah pelepasan ini nantinya di tempat yang baru, kami berdoa kiranya Bapak di tempat tugas yang baru terus berprestasi  semakin sukses," kata Wakil Bupati Tapteng.


Kepada Pejabat yang baru, Bapak  AKBP Muhammad Alan Haikel, SKM, S.I.K, M.I.K., Wakil Bupati menyampaikan, kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Tapanuli Tengah. "Kami dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah siap berkolaborasi dengan Bapak dalam mewujudkan Kamtibmas di Tapanuli Tengah. Kami berharap, kita bisa selalu berkerjasama seperti yang sudah dirasakan oleh Pak Kapolres yang lama seperti pada tahun-tahun sebelumnya," ungkap Mahmud Efendy.

 


Sebelumnya, Kapolres Tapteng yang baru AKBP. Muhammad Alan Haikel, SKM, S.I.K, M.I.K menyampaikan, sebagai orang baru di Kabupaten Tapanuli Tengah hendaknya bisa diterima dengan baik menjadi warga Tapanuli Tengah sehingga nantinya tugas yang diemban bisa lebih mudah lagi. Kami berkomitmen bahwa keamanan itu adalah hal yang sangat penting, apalagi Tapanuli Tengah sekarang ini pada fase paska transisi pemulihan bencana sehingga perlu pemulihan dan salah satu hal yang paling penting adalah masalah keamanan. 


"Saya sebagai Kapolres Tapanuli Tengah berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kamtibmas di Kabupaten Tapanuli Tengah. Tapi kami sadar kalau kami tidak bisa sendiri, kami mengharapkan dukungan dari Pemerintah Daerah dan seluruh elemen," ujarnya.


Sementara itu, Pejabat Kapolres Tapteng yang lama AKBP. Wahyu Endrajaya, S.I.K, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati luar 


biasa. Tapanuli Tengah ini lebih adil untuk masyarakat dan naik kelas.  Ini adalah kesempatan Pak Wakil dan Pak Bupati menunjukkan Tapanuli Tengah harus naik kelas.


"Terima kasih kontribusi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Polres Tapanuli Tengah yang sudah banyak mendukung. Kita tidak bisa berdiri sendiri, kami tidak bisa menjalankan tugas dengan baik tanpa ada dukungan dari Pemerintah dan masyarakat Tapanuli Tengah," kata AKBP. Wahyu Endrajaya, S.I.K, M.Si.


"Di sini saya ingin mengucapkan terima kasih berkat dari Pemerintah yang kuat, solid, TNI dan Forkopimda semuanya, kita bisa menghadapi bencana ini dengan baik sehingga kita sekarang sudah dalam kondisi transisi tanggap darurat ke pemulihan," pungkasnya.


Kegiatan ini dirangkai dengan penyerahan Cinderamata oleh Wakil Bupati Tapteng kepada Kapolres pejabat lama AKBP. Wahyu Endrajaya, S.I.K, M.Si, dan penyematan Ulos oleh Wakil Bupati Tapteng kepada Kapolres pejabat baru AKBP. Muhammad Alan Haikel, SKM, S.I.K, M.I.K.


Turut hadir Forkopimda Tapteng, Anggota DPRD Tapteng, PJU Polres Tapteng, Pimpinan PLTA Sipan Sihaporas dan PLTU Labuan Angin, Perbankan, Perusahaan Swasta, Ketua MUI Tapteng, serta tamu undangan lainnya.


Rdks MS7/Kbr T-2 

Sinergitas TNI Polri,BNN di Medan Perangi Narkoba di Wilayah Jermal



MEDAN//Liputan Sindo7.id - Sinergitas personel TNI ,Polri dan BNN di Medan memerangi narkoba di wilayah kawasan Jermal ,Kecamatan Medan Denai, Sabtu 10 Januari 2026 pukul 21.00 WIB.


Dalam pelaksanaan personel gabungan melakukan penyisiran lokasi diduga peredaran narkoba di Jln. Jermal XV Ujung Medan,dibagi tiga .Untuk Tim I dipimpin Kasat Reserse Polrestabes Medan diikuti personel Kodim 0201/Medan,Denpom 1/5 Medan, BNN,Brimob,Reskrim dan petugas Satpol PP.


Dan untuk Tim 2 dipimpin Wakasat Narkoba Polrestabes Medan dan Tim 3 

Jajaran Polsek melakukan patroli luar.

Sebelum menyambangi lokasi diduga peredaran narkoba,personel gabungan melaksanakan patroli Kegiatan Rutin Yang di Tingkatkan (KRYD) di wilayah kota Medan dilaksanakan guna meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat dan mngoptimalkan pengawasan di wilayah rawan kejahatan,khususnya mencegah peredaran narkoba.


"Kegiatan kita melayani masyarakat dalam rangka merubah lokasi ini, yang awalnya merupakan lokasi kartel dan perjudian terbesar agar dapat menjadikan situasi Kamtibnas yang aman dan kondusif. Malam ini kita lakukan misi kemanusiaan dalam waktu 10 hari kedepan dan akan di bagi menjadi 3 kelompok/tim ke lokasi yang di tentukan untuk melakukan pengecekan dan patroli,"ujar Kapolrestabes Medan 

Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H ,Sabtu (10/01/2026).


Kehadiran Kodim 0201/Medan beserta Polrestabes Medan,BNN di tengah masyarakat untuk meningkatkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat, mengantisipasi potensi konflik sosial dan menjaga stabilitas keamanan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan dan ketertiban, serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan.


Turut hadir dilokasi Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H,Kabag Ops Polrestabes Medan,AKBP Pardamean Hutahaean, S.H., S.I.K., Μ.Η, Wakapolrestabes Medan AKBP Rudy Silaen, S.H., S.I.K., M.I.Kom,Kombes Pol Josua Tampubolon SH, MH dari BNNP Sumut, Kombes Pol. Dr. Bahtiar Marpaung, S.H., S.Sos., M.Hum,Penyidik Ahli Madya BNNP Sumut,Kombes Pol Charles P Sinaga (Kabid Berantas dan Intelijen).


Dari Kodim 0201/Medan Mayor Inf Fitriadi (Danramil 0201-13/PST,Kapten Czi Timbul Erwin Julianto Tobing (Plh. Pasi Ops Kodim 0201/Medan)Kapten Inf Sihombing (Plh. Danramil 0201-03/MD),


Jajaran PJU Polrestabes Medan,Jajaran Kapolsek Polrestabes Medan dan personel Kodim 0201/Medan sebanyak 34 personel.


Dalam pelaksanaan personel gabungan menyusuri lokasi diduga peredaran naoba tersebut.Terlihat petugas gabungan membakar gubuk-gubuk diduga tempat peredaran narkoba.


Rdks MS7 Tim kbr Mdn 

Jumat, 09 Januari 2026

Wakil Wali Kota Sibolga Sambut Kunjungan Kerja KASAD ke Wilayah Terdampak Bencana Korem 023/KS



SIBOLGA // Liputan Sindo7.id - Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumban Tobing, didampingi unsur Forkopimda Sibolga–Tapanuli Tengah, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Sekretariat Daerah Kota Sibolga, Bustanul Arifin, S.T., M.M., Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Sibolga, Drs. Rudolf S. Butar-butar, M.Pd., serta Plt. Kepala Dinas Perikanan, Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Sibolga, Julius Haloho, S.Pi., M.M., menyambut kedatangan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.


Penyambutan tersebut dilaksanakan dalam rangka kunjungan kerja KASAD ke daerah terdampak bencana alam di wilayah Korem 023/Kawal Samudera, yang berlangsung di Bandara Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Jumat (09/01/2026) pagi.


Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi wilayah pascabencana sekaligus memastikan kesiapan serta optimalisasi peran TNI Angkatan Darat dalam mendukung penanganan bencana, termasuk penyaluran bantuan kemanusiaan dan upaya pemulihan bagi masyarakat terdampak.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Sibolga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian serta kepedulian pimpinan TNI Angkatan Darat terhadap kondisi masyarakat di wilayah Korem 023/KS. Beliau menekankan bahwa, sinergi antara pemerintah daerah dan TNI merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat kebencanaan.


Pemerintah Kota Sibolga berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan terkait guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabencana, demi terciptanya kondisi yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat. 


Rdks MS7/Tim kbr PS Rdp 

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan Bersihkan Material Longsor Menuju Objek Wisata Bakkara



HUMBAHAS, BAKKARA// Sindo7.id - Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan bergerak cepat melakukan penanganan dan pembersihan material longsor yang menutupi akses jalan menuju objek wisata Bakkara. Pembersihan dilakukan Jumat, 9 Januari 2026 di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, sebagai upaya memastikan kelancaran akses masyarakat serta keselamatan pengguna jalan.


Sebelumnya, pada Kamis (8/1) malam hari, pembersihan awal telah dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama masyarakat setempat. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan pada hari ini dengan dukungan peralatan dan personel tambahan guna memastikan material longsor dapat dibersihkan secara menyeluruh dan akses menuju kawasan wisata Bakkara kembali normal.


Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H., dalam arahannya menekankan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar selalu sigap, cepat, dan tanggap terhadap setiap kondisi yang terjadi di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan, khususnya dalam situasi bencana alam yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.


Penanganan di lapangan melibatkan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran, Camat Baktiraja, serta UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sumatera Utara. Sinergi lintas sektor ini dilakukan untuk mempercepat proses pembersihan material longsor dan memulihkan akses jalan secepat mungkin. 


Rdks MS7/Kbr Ds

Bintara Menggugat Jenderal, "Hukum Militer dan Salah Langkah."



KUPANG// Sindo7.id - Terkait gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang diajukan seorang Bintara Pelda Chrestian Namo terhadap atasan langsungnya, Brigjen TNI Hendra Cahyono selaku Danrem 161/Wira Sakti sebagai Tergugat I, Letkol Kav Kurnia Santiadi Wicaksono selaku Dandim 1627/Rote Ndao sebagai Tergugat II, serta Pemerintah Republik Indonesia cq Presiden RI, cq Panglima TNI, cq KSAD, cq Pangdam IX/Udayana sebagai Turut Tergugat di Pengadilan Negeri Kupang. Sidang perdana perkara tersebut digelar Jumat (9/1/2026) dan terdaftar dengan Nomor: 418/Pdt.G/2025/PN.Kpg.


Perkara ini bukan sekadar sengketa perdata biasa. Ia menyentuh jantung persoalan yang jauh lebih mendasar, batas antara hukum umum dan hukum militer, serta kegagalan membaca struktur kekuasaan dan disiplin dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia.


Pendampingan oleh advokat sipil terhadap prajurit TNI aktif memang dimungkinkan, namun bersyarat dan terbatas. Syarat utamanya jelas, harus ada izin dari atasan langsung, baik Ankum (Atasan yang Berhak Menghukum) maupun Papera (Perwira Penyerah Perkara). Tanpa izin tersebut, pendampingan advokat sipil tidak dibenarkan.


Ketentuan ini bukan formalitas administratif. Ia adalah konsekuensi logis dari sistem komando dan hierarki yang menjadi fondasi TNI. Disiplin militer bukan aksesori, melainkan tulang punggung kekuatan pertahanan negara.


Apabila terdapat advokat sipil yang belum mengantongi izin, namun telah bertindak mendampingi prajurit aktif, terlebih disertai pernyataan publik yang menyerang, merendahkan, atau menghujat institusi TNI, maka persoalan hukum baru justru lahir. Di titik inilah prinsip lex specialis derogat legi generali bekerja secara tegas.


Hukum militer adalah lex specialis. Ia mengesampingkan hukum umum (lex generalis) dalam hal subjeknya adalah prajurit TNI aktif. Prajurit TNI tunduk pada UU TNI, UU Hukum Disiplin Militer, UU Peradilan Militer, serta nilai-nilai etik yang hidup dalam Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI. Mengabaikan rezim hukum ini sama artinya dengan menafikan realitas keprajuritan itu sendiri.


Hukum militer bukan sekadar perangkat normatif. Ia lahir dari kebutuhan menjaga disiplin, kehormatan, dan efektivitas organisasi tempur. Dalam militer, relasi atasan–bawahan bukan hubungan setara sebagaimana warga sipil. Ia adalah hubungan komando. Tanpa kepatuhan dan penghormatan terhadap garis komando, militer runtuh bahkan sebelum menghadapi musuh di medan perang.


Dalam konteks inilah, tindakan seorang Bintara menggugat atasan langsungnya, seorang Jenderal bintang satu melalui jalur perdata di pengadilan umum menjadi problematis dan menjerumuskan.


Lebih problematik lagi, langkah tersebut tampak salah langkah yang keliru secara strategis. Bagaimana mungkin seorang prajurit aktif, yang terikat sumpah militer dan hukum khusus, diarahkan untuk menempuh jalur hukum umum guna “melawan” komandan langsungnya? Ini bukan sekadar kesalahan prosedural. Ini adalah kegagalan membaca medan hukum.


Militer bukan ruang egaliter. Prinsip ini bukan feodalisme, melainkan logika organisasi tempur. Setiap langkah hukum prajurit aktif harus mempertimbangkan mekanisme internal, hukum disiplin, serta konsekuensi karier dan sanksi. Mengabaikan itu sama saja dengan mengirim pasukan ke medan perang tanpa peta, tanpa intelijen, dan tanpa perlindungan.


Di titik inilah pemikiran Sun Tzu terasa relevan dan kejam dalam ketepatannya.“Kebodohan adalah bentuk kematian yang tertunda.”


Kebodohan bukan sekadar kurangnya pendidikan, melainkan ketidakmampuan memahami posisi diri, kekuatan lawan, dan aturan medan. Orang yang gagal membaca itu sejatinya telah kalah sebelum pertempuran dimulai. Ia masih bergerak, tetapi nasibnya sudah diputuskan.


Kasus ini mencerminkan itu secara telanjang. Seorang Bintara yang tidak memahami struktur kekuasaan militer, dan gagal membaca batas kewenangan hukum umum terhadap hukum khusus militer, telah menyerahkan dirinya pada risiko yang jauh lebih besar daripada sekadar kalah gugatan di Pengadilan.


Risiko itu bernama sanksi disiplin, kehancuran karier, pemecatan dengan tidak hormat (PTDH), dan konsekuensi lain dikenakan rompi kuning serta diasingkan dalam ruang sel tahanan atau penjara yang sepi dan sunyi.


Dalam perkara ini, yang gagal justru dari diri sendiri. Prajurit aktif bukan warga sipil biasa. Ia hidup dalam sistem hukum, etika, dan disiplin yang berbeda. Ketika nasihat hukum diberikan tanpa pemahaman mendalam atas hukum militer sebagai lex specialis, maka nasihat itu berubah dari bantuan menjadi jebakan.


Lebih luas, kasus ini memperlihatkan bagaimana kebodohan modern bekerja lewat narasi. Gugatan dibingkai sebagai perjuangan keadilan individual, padahal secara struktural ia berbenturan dengan sistem yang jauh lebih keras dan tidak kompromistis.


Sun Tzu telah lama memperingatkan, kemenangan terbaik sering diraih tanpa pertempuran terbuka, ketika lawan runtuh karena salah langkah, salah hitung, dan salah percaya.


Dalam perang modern termasuk perang hukum dan opini, korban pertama bukan senjata, melainkan pengetahuan. Ketika pendidikan hukum dangkal, diskursus publik emosional, dan strategi dibangun di atas amarah sesaat, kekalahan tidak perlu diumumkan. Ia datang perlahan, sistematis, dan baru disadari ketika segalanya sudah terlambat.


Kasus ini bukan sekadar perkara individu. Ia adalah pelajaran keras tentang pentingnya memahami medan hukum dan struktur kekuasaan. Hukum militer adalah lex specialis. Mengabaikannya adalah kebodohan strategis.


By - Tim kbr Ms7 

Kamis, 08 Januari 2026

Anak Usia Empat Tahun Jadi Korban Peluru Nyasar, "Akibat Tawuran di Belawan."



BELAWAN// Liputan Sindo7.id - Kondisi saat ini bocah yang jadi korban di Belawan yang Matanya Tertembus Peluru berinisial AA, 4 tahun, korban peluru nyasar akibat tawuran saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU). 

"Peluru tersebut bersarang di antara pelipis dan kelopak mata korban."


Kondisi AA menjadi perhatian Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang menyempatkan diri mengunjungi RS USU untuk melihat langsung kondisi korban. Dalam kunjungannya, Rico meminta pihak rumah sakit memberikan penanganan maksimal serta melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum tindakan lanjutan dilakukan.


Ibu korban, Romanda Capriati Siregar, 33 tahun, mengatakan hingga saat ini anaknya belum menjalani operasi. Menurutnya, kondisi AA masih sama seperti sebelumn

ya.


“Kondisinya masih sama dan belum dioperasi, karena operasinya membutuhkan banyak dokter spesialis,” ujar Romanda saat dikonfirmasi Reporter media Sindo7.id Kamis (8/1/2026).


Romanda juga mengaku belum mendapatkan kepastian terkait jadwal operasi bagi anak bungsunya tersebut.


Terpisah, Kepala Subbagian Umum, Hukum, dan Humas RS USU, Mufti Husni, membenarkan bahwa AA tengah dirawat di rumah sakit tersebut. Namun, hingga kini tindakan operasi belum dapat dilakukan karena keterbatasan fasilitas.


“Benar, korban AA dirawat di RS USU. Namun sampai saat ini belum dilakukan operasi karena alat dan fasilitas di RS USU belum memadai,” ujarnya.


Mufti menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter spesialis mata dan saraf, kondisi mata korban dalam keadaan baik. Oleh karena itu, penanganan selanjutnya akan difokuskan oleh dokter bedah saraf.


“Saat ini kami masih menunggu surat balasan rujukan antar rumah sakit dari RSUP H Adam Malik. Rencananya korban akan dirujuk ke sana karena dokter dan fasilitasnya lebih lengkap untuk tindakan operasi,” katanya.


Sementara itu, Kepolisian Daerah Sumatera Utara melalui tim Jatanras bersama Polres Belawan telah menangkap tiga pelaku tawuran yang diduga menyebabkan AA terkena peluru nyasar. Penangkapan dilakukan pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. 


Rdks MS7/ Kbr Mdn

Bupati Humbang Hasundutan Mendapatkan Apresiasi dari DPC Partai Gerindra dalam Penanganan Bencana Alam.



HUMBAHAS// Sindo7.id - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Humbang Hasundutan menyampaikan penghargaan atas kinerja Bupati Humbang Hasundutan dalam penanganan bencana longsor dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Humbahas. 


Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Humbang Hasundutan, Hendri Tumbur Simamora, bersama jajaran pengurus DPC saat melakukan silaturahmi awal Tahun Baru 2026 ke Kantor Bupati Humbang Hasundutan, Kamis (8/1). 


Dalam suasana penuh keakraban, silaturahmi tersebut juga diisi dengan diskusi mengenai berbagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan. Ketua DPC Gerindra menilai, sejak awal pemerintahan, Bupati Humbang Hasundutan menunjukkan respons cepat dan langkah nyata, khususnya dalam penanganan bencana longsor dan banjir bandang.


“Kami melihat seluruh OPD di bawah kepemimpinan Bupati Humbang Hasundutan telah berupaya maksimal dan bergerak cepat menuntaskan berbagai permasalahan saat bencana, terutama dalam pemulihan akses jalan ke seluruh kecamatan dan desa,” ujarnya.


Selain itu, DPC Partai Gerindra juga menilai adanya komitmen kuat dari Bupati Humbang Hasundutan dalam melakukan pembenahan birokrasi, meningkatkan disiplin aparatur, memperbaiki pelayanan publik, serta mendukung dan melaksanakan Program Prioritas Nasional yang dicanangkan Pemerintah Pusat. Hal tersebut dinilai mencerminkan keseriusan Bupati dalam membangun daerah dan melayani masyarakat.


Sebagai bentuk penghargaan, DPC Partai Gerindra menyerahkan plakat apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan yang diterima langsung oleh Bupati Humbang Hasundutan, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.


Menanggapi hal tersebut, Bupati Humbang Hasundutan menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan dukungan yang diberikan oleh DPC Partai Gerindra. Bupati juga membuka ruang bagi seluruh elemen masyarakat dan partai politik untuk terus memberikan saran serta kritik yang membangun demi kemajuan Kabupaten Humbang Hasundutan.


“Kami sangat menghargai dukungan ini dan berharap sinergi yang baik dapat terus terjalin. Kami juga terbuka terhadap masukan dan kritik demi membangun Humbang Hasundutan yang kita cintai,” ujar Bupati.


Silaturahmi tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan, Bosfer Nababan dan Nikodemus Munthe.  


Rdks MS7/Tim kbr ds